\ Tentang Kongres Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-21 Tahun 2013

Tentang Kongres Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-21 Tahun 2013

Share on :

Assalamu'alaikum, rekan rodajaman. Saat ini di Jakarta sedang berlangsung Kongres Nasional PGRI. Kebetulan dari daerah kami Lampung Timur juga mengirim wakilnya untuk mengikuti kongres tersebut di Jakarta termasuk Kepala Sekolah kami. Tidak ada salahnya saya sajikan beritanya. Kongres Guru Indonesia untuk tahun 2013 sekaligus Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah dibuka secara organisasi oleh Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangtendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tanggal 1 Juli 2013, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Sedangkan Pembukaan secara resmi tanggal 3 Juli 2013 oleh Presiden.

Kongres Nasional PGRI akan berlangsung 1-5 Juli 2013 bertempat di Gedung Manggala Wana Bhakti, Gelora Bung Karno, dan di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kongres diikuti sekitar 8.000 orang, dengan rincian 1.800 peserta dan sekitar 6.000 peninjau. Para peserta dan peninjau tersebut terdiri dari Pengurus Besar PGRI, Badan Penasihat PGRI, utusan PGRI provinsi, kabupaten dan kota, serta utusan pengurus asosiasi dan profesi keahlian sejenis.

Selain kongres dan mengikuti secara resmi yang telah ditetapkan organisasi, ada acara peningkatan kemampuan profesi. Nantinya para peserta dan peninjau bisa mengikuti ceramah dan seminar nasional yang disampaikan beberapa menteri, pimpinan MPR, pimpinan DPD, serta Kapolri. Untuk hari pertama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Azwar Abubakar, memberikan paparan dengan topik Kebijakan Pemerintah dalam Pemenuhan Kebutuhan Guru dan Tenaga Kependidikan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan.

Sedangkan pada tanggal 4 Juli, terdapat acara seminar Peningkatan Kualitas Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum 2013. Seminar ini dibagi lagi menjadi empat acara di lokasi yang berbeda-beda. Pertama, Sosialisasi Kurikulum 2013 di Gedung Istora Gelora Bung Karno Senayan, Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan di Ruang Sidang Gedung D Lantai 18 Kemdikbud, Penegakan Kode Etik dan Perlindungan Profesi Guru di Ruang Sidang Gedung D Lantai 2 Kemdikbud, dan Penguatan Peran Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Ruang Sidang Gedung A Lantai 3 Kemdikbud.

Ketua Umum PGRI Sulistyo mengatakan, ada beberapa persoalan guru dan tenaga kependidikan yang perlu diperhatikan, seperti perbaikan lembaga pendidikan guru, pemenuhan kebutuhan guru terutama guru sekolah dasar, peningkatan kualifikasi dan sertifikasi, serta pembinaan dan pengembangan profesi dan karir yang tepat. Sulistyo menuturkan, pada akhir kongres akan dikeluarkan rekomendasi untuk disampaikan ke pemerintah. Rekomendasi tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari berbagai daerah.

Demikianlah semoga membawa hasil yang bermanfaat bagi guru Indonesia. terimakasih, salam Rodajaman.




Anda sedang membaca artikel yang berjudul Tentang Kongres Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-21 Tahun 2013. Silakan tinggalkan komentar atau sebarkan jika artikel Tentang Kongres Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-21 Tahun 2013 ini menarik dan bermanfaat, namun jangan lupa untuk meletakkan link postingan Tentang Kongres Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-21 Tahun 2013 sebagai sumbernya. Terimakasih (Ttd : Agus Fanani)

0 komentar:

Poskan Komentar