\ Laporkan Sekolah Rusak Melalui Situs Bantu Sekolahku

Selasa, 18 Desember 2012

Laporkan Sekolah Rusak Melalui Situs Bantu Sekolahku

Share on :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah baru dalam meningkatkan ketersediaan sarana pendidikan yang memadai di Tanah Air. Melalui situs online Bantu Sekolahku yang telah digarap sejak Juni lalu bekerja sama dengan World Bank, Uni Eropa dan Kedutaan Kerajaan Belanda, masyarakat diajak berperan aktif untuk dalam misi ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Naim, mengatakan bahwa sistem ini nantinya dapat menjadi wadah komunikasi bagi semua elemen di bidang pendidikan baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, guru, orang tua dan masyarakat umum.

"Sistem ini cukup unik karena dari sini dapat dipantau transparansi dan akuntabilitas kinerja tiap daerah," kata Ainun saat peluncuran Sistem Online Bantu Sekolahku di Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Melalui sistem ini, masyarakat dapat melaporkan langsung terkait masalah pendidikan yang terjadi di tiap sekolah baik dari segi infrastruktur, kinerja guru, beasiswa hingga aliran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Dari laporan yang masuk, nanti akan diteruskan ke divisi terkait untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Untuk tindaklanjutnya tergantung jenis masalahnya. Misalnya kekurangan buku, bisa seminggu ya langsung. Bangunan sekolah rusak, nah ini harus dianggarkan dulu, paling tidak enam bulan. Ya berarti lamanya enam bulan," jelas Ainun.

Sistem online ini sendiri sebetulnya sudah dilakukan di Filipina dengan nama 'Check My School'. Hanya saja di Filipina, pemerintah atau pihak kementerian pendidikan tidak ikut campur dalam pengelolaan situs ini. Sementara untuk Indonesia, justru situs ini merupakan milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Meski berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ainun menjamin semua pihak dapat menggunakan akses ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan alat pemantau kinerja elemen pendidikan di tiap daerah. "Untuk daerah terpencil, nanti bisa menggunakan modem atau sinyal mobile. Nanti juga dari dana BOS, sekolah bisa menyediakan perangkat internet di sekolah," ungkap Ainun.

"Ini bentuknya seperti jejaring sosial saja jadi semuanya bisa terhubung. Jadi kalau ada masalah tentang pendidikan, jangan ragu untuk membuka situs ini bantusekolahku.kemdikbud.go.id," tandasnya.

berikut ini tampilan situs bantusekolahku.kemdikbud.go.id :



- untuk memberikan masukan, komentar, laporan, dsb kita harus daftar dan login terlebih dahulu
- untuk mencari sekolah, pilih CARI SATUAN PENDIDIKAN, lalu masukkan nama sekolah atau NPSN
- untuk melaporkan kekurangan, kerusakan, kebutuhan sekolah klik LAPORKAN KEBUTUHAN
- untuk mencari kebutuhan dari sekolah yang sudah masuk laporannya, klik TELUSURI KEBUTUHAN
untuk lebih lanjut, silakan langsung coba menuju situsnya.

berita : kompas.com Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah baru dalam meningkatkan ketersediaan sarana pendidikan yang memadai di Tanah Air. Melalui situs online Bantu Sekolahku yang telah digarap sejak Juni lalu bekerja sama dengan World Bank, Uni Eropa dan Kedutaan Kerajaan Belanda, masyarakat diajak berperan aktif untuk dalam misi ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Naim, mengatakan bahwa sistem ini nantinya dapat menjadi wadah komunikasi bagi semua elemen di bidang pendidikan baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, guru, orang tua dan masyarakat umum.

"Sistem ini cukup unik karena dari sini dapat dipantau transparansi dan akuntabilitas kinerja tiap daerah," kata Ainun saat peluncuran Sistem Online Bantu Sekolahku di Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Melalui sistem ini, masyarakat dapat melaporkan langsung terkait masalah pendidikan yang terjadi di tiap sekolah baik dari segi infrastruktur, kinerja guru, beasiswa hingga aliran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Dari laporan yang masuk, nanti akan diteruskan ke divisi terkait untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Untuk tindaklanjutnya tergantung jenis masalahnya. Misalnya kekurangan buku, bisa seminggu ya langsung. Bangunan sekolah rusak, nah ini harus dianggarkan dulu, paling tidak enam bulan. Ya berarti lamanya enam bulan," jelas Ainun.

Sistem online ini sendiri sebetulnya sudah dilakukan di Filipina dengan nama 'Check My School'. Hanya saja di Filipina, pemerintah atau pihak kementerian pendidikan tidak ikut campur dalam pengelolaan situs ini. Sementara untuk Indonesia, justru situs ini merupakan milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Meski berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ainun menjamin semua pihak dapat menggunakan akses ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan alat pemantau kinerja elemen pendidikan di tiap daerah. "Untuk daerah terpencil, nanti bisa menggunakan modem atau sinyal mobile. Nanti juga dari dana BOS, sekolah bisa menyediakan perangkat internet di sekolah," ungkap Ainun.

"Ini bentuknya seperti jejaring sosial saja jadi semuanya bisa terhubung. Jadi kalau ada masalah tentang pendidikan, jangan ragu untuk membuka situs ini bantusekolahku.kemdikbud.go.id," tandasnya.

berikut ini tampilan situs bantusekolahku.kemdikbud.go.id :



- untuk memberikan masukan, komentar, laporan, dsb kita harus daftar dan login terlebih dahulu
- untuk mencari sekolah, pilih CARI SATUAN PENDIDIKAN, lalu masukkan nama sekolah atau NPSN
- untuk melaporkan kekurangan, kerusakan, kebutuhan sekolah klik LAPORKAN KEBUTUHAN
- untuk mencari kebutuhan dari sekolah yang sudah masuk laporannya, klik TELUSURI KEBUTUHAN
untuk lebih lanjut, silakan langsung coba menuju situsnya.

berita : kompas.com

Anda sedang membaca artikel yang berjudul Laporkan Sekolah Rusak Melalui Situs Bantu Sekolahku. Silakan tinggalkan komentar atau sebarkan jika artikel Laporkan Sekolah Rusak Melalui Situs Bantu Sekolahku ini menarik dan bermanfaat, namun jangan lupa untuk meletakkan link postingan Laporkan Sekolah Rusak Melalui Situs Bantu Sekolahku sebagai sumbernya. Terimakasih (Ttd : Agus Fanani)

8 komentar:

  1. sebuah kebijakan yang bagus dan layak didukung. sekarang era virtual. kalau harus laporan scr offline seringkali mangkrak di birokrasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar Pak Sawali, tinggal kelanjutannya jgn hny ditampung laprnnya, tp realisasinya bgmn..

      Hapus
  2. bos ada sedikit bingkisan, diambil yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf bos..br tahu rodajaman dpt award..terima kasih salam persahabatan..

      Hapus
  3. sangat membantu, thx share info nya

    BalasHapus
  4. Bagus artikel anda,,,

    Silahkan kunjungi balik di www.infobagusnih.blogspot.com

    Gratis Ebook Spesial :
    "Cara Merawat Laptop"
    "Cara Merawat HP layar sentuh "
    "ASMAUL HUSNA"
    "Kumpulan Hadits Nabi"
    dan masih banyak lagi lainnya.

    Gratis boleh di download buat anda semua.
    Terima kasih.

    BalasHapus