\ Makalah TIK

Rabu, 18 Januari 2012

Makalah TIK

Share on :
Abstrak

Pengembangan Bidang informasi dan telekomunikasi mengalami revolusi yang cukup signifikan khususnya untuk perangkat audio visual, mobile phone dan komputer. Teknologi tersebut telah mengubah cara hidup masyarakat dan berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan. Bidang pendidikan tidak luput dari pengaruh perkembangan teknologi ini. Kemajuan teknologi khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi memberikan peluang yang besar dalam perencanaan dan rekayasa pembelajaran yang bersifat multimedia. Teknologi juga memungkinkan kita untuk memadukan berbagai aspek dalam suatu kemasan, sehingga pembelajaran menjadi lebih dinamis dan meningkatkan keaktifan siswa untuk mempelajari suatu materi pelajaran tertentu. Teknologi yang bersifat multimedia ini memberi peluang bagi kita untuk melibatkan aspek audiovisual dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu media yang mudah dipakai adalah menggunakan video tutorial interaktif yang berisi penjelasan materi dan latihan-latihan yang bersifat kognitif. Pemanfaatan teknologi audio visual dalam pendidikan memungkinkan pengemasan materi menjadi lebih menarik sehingga gambaran lebih nyata dari suatu bentuk permasalahan memungkinkan untuk ditampilkan.

Peranan teknologi memungkinkan kita untuk melampaui batas-batas yang dulunya melingkupi. Dengan memanfaatkan teknologi dapat dilaksanakan suatu pembelajaran jarak jauh sehingga batas-batas wilayah tidak lagi menjadi kendala. Pemanfaatan teknologi juga memungkinkan suatu pembelajaran jarak jauh yang interaktif. Teknologi yang mendukung untuk terlaksananya pembelajaran jarak jauh adalah internet.
Dalam pembelajaran di lingkungan sekolah, biasanya hanya beberapa bahkan sebagian kecil saja siswa yang berani bertanya, mengemukakan pendapat, atau menyanggah dalam kegiatan belajar mengajar setiap hari. Hal ini mungkin dikarenakan rasa takut dianggap bodoh atau sangsi apakah pertanyaan yang nanti diajukan terlalu mudah atau anggapan lain. Perlu adanya suatu bentuk pembelajaran yang bisa mengurangi anggapan tersebut. Salah satu alternatif pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang memungkinkan hal tersebut adalah dengan pemanfaatan program NetOP dan LAN (Local Area Network). Salah satu fasilitas yang disediakan oleh program ini adalah teleconference. Fasilitas ini memberikan kemudahan pada siswa untuk bertanya tanpa diketahui temannya sehingga dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, perlu adanya suatu pembelajaran yang menerapkan program NetOP dan LAN dalam pembelajaran.

Program NetOp merupakan program yang dapat dijalankan dalam lingkungan LAN.
Program ini mempunyai 2 bagian yaitu program NetOp Teacher dan NetOp Student. NetOp Teacher merupakan program yang dijalankan pada komputer dosen sebagai seorang administrator, sedangkan NetOp Student merupakan program yang dijalankan pada komputer mahasiswa sebagai client. Kelebihan program ini yaitu dosen dengan menggunakan NetOp Teacher dapat memantau seluruh kegiatan mahasiswa sedangkan mahasiswa tidak dapat melihat segala aktifitas yang dilakukan dosen. Dosen juga dapat memberi tugas/penjelasan yang berbeda-beda pada setiap siswa yang langsung tampak di monitor siswa.

Peran Multimedia dalam Pembelajaran
Kajian Teori Pembelajaran
Pembelajaran pada peserta didik akan dapat diterima dengan baik apabila kajian yang diberikan sesuai dengan tingkap perkembangan kognitif peserta didik itu sendiri. Peserta didik yang masih belum mampu berpikir abstrak harus diberi materi pembelajaran yang tidak abstrak pula. Para ahli psikologi memiliki beberapa aliran tentang pembelajaran, secara garis besar ada dua aliran yaitu aliran psikologi kognitif dan aliran psikologi behaviouristik.

Aliran psikologi kognitif dalam pembelajaran lebih mengutamakan tingkat kemampuan bepikir peserta didik dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran, sedangkan aliran psikologi behaviouristik dalam pembelajaran lebih memperhatikan usaha pengajar/guru untuk membuat lingkungan belajar yang memungkinkan peserta didik belajar dengan baik. Dalam praktek pembelajaran dikelas umumnya guru akan mengkombinasi kedua aliran tersebut yaitu guru akan mengelola kelas sehingga suasana kelas memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan baik dengan memperhatikan tingkat perkembangan berpikir peserta didik.
Salah satu tokoh psikologi yang dipandang sesuai dengan suatu model pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajar adalah Jerome S. Bruner. Bruner memandang bahwa perkembangan tahap belajar peserta didik ada tiga yaitu: Tahap enaktif, tahap ekonik, dan tahap simbolik.

Pada tahap enaktif, untuk memahami suatu konsep misalnya kubus, maka anak ini harus melakukan observasi langsung terhadap kubus, ia harus mengotak-atik secara langsung tentang kubus.
Pada tahap ikonik, untuk memahami suatu konsep tidak harus berhadapan langsung dengan bendanya, meraka dapat memahami suatu konsep dengan gambar, diagram, tabel, grafik atau semacamnya yang berhubungan dengan ikon (gambaran benda) tersebut.
Pada tahap simbolik, maka anak sudah dapat diajak berpikir abstrak atau simbolik yaitu bisa dengan bahasa verbal.
Multimedia sangat erat kaitannya dengan media elektronik khususnya komputer. Pada saat ini, komputer sudah banyak digunakan dalam pembelajaran di kelas guna mempermudah proses belajar mengajar. Secara umum komputer dalam pembelajaran memiliki tiga fungsi yaitu: (1) komputer sebagai media pembelajaran, (2) komputer sebagai alat bantu pembelajaran, dan (3) komputer sebagai sarana komunikasi dalam pembelajaran.
  1. Komputer sebagai media pembelajaran dimaksud bahwa komputer digunakan untuk merancang bahan/materi pembelajaran yang dikemas dalam sebuah paket pembelajaran yang biasa disebut CD pembelajaran atau CD interaktif. Dinamakan CD pembelajaran atau CD interaktif karena biasanya bahan/materi pembelajaran dibuat di dalam CD yang dapat dijalankan dalam komputer atau CD player. Dalam hal ini, secara kasar dapat dikatakan bahwa CD digunakan sebagai “Buku +” dimana siswa dapat memutar CD dan dari CD siswa dapat mempelajari isi pelajaran.
  2. Komputer sebagai alat bantu pembelajaran dimaksudkan bahwa komputer digunakan sebagai alat bantu hitung untuk mempercepat perhitungan yang cukup rumit. Dalam hal ini komputer sebagai TOOLS dalam menyelesaikan masalah perhitungan seperti statistika (SPSS), riset operasi (Lindo/Solver) atau menggambarkan grafik dengan Maple, Derive atau Auto CAD.
  3. Komputer sebagai sarana komnikasi dalam pembelajaran dimaksud bahwa komputer sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan bahan/materi pembelajaran, mencari informasi dalam komputer yang biasanya berbentuk jurnal atau bahan ajar yang diambil dari inernet, atau komunikasi tugas siswa yang diambil dari WEB guru/dosen untuk dikerjakan dan akhirnya diserahkan /dikirim ke WEB tersebut, dalam hal ini biasanya digunakan Web Blog. Atau pembelajaran langsung melalui internet (jarak jauh) atau intranet (LAN) untuk jarak dekat.
Pada Kajian di sini, kita akan lebih mendalami bagian nomor (3), yaitu Komputer sebagai sarana komunikasi dalam pembelajaran, khususnya pemanfaatan program NetOp pada Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Program NetOp School
Program NetOp merupakan program yang dapat dijalankan dalam lingkungan Local Area Network (LAN), yaitu jaringan LAN dengan kabel atau dengan nirkabel (wireless). Program ini mempunyai 2 bagian utama yaitu program NetOp Teacher dan NetOp Student. NetOp Teacher merupakan program yang dijalankan pada komputer guru sebagai seorang administrator yang dapat mengendalikan semua kegatan pembelajaran, sedangkan NetOp Student merupakan program yang dijalankan pada komputer siswa sebagai client yang siap menerima tugas-tugas akademik yang diberikan guru.
Program NetOp secara umum mudah dijalankan oleh guru dan dapat membantu kegiatan pembelajaran di kelas. Program ini dilengkapi dengan beberapa menu yang komunikatif, sehingga guru tinggal memilih menu yang diinginkan untuk kegiatan yang sesuai dengan apa yang sudah di rancangkan guru sebelum pembelajaran dimulai.
Tampilan menu Program NetOp Teacher dapat dilihat sebagai berikut:
gb1
gb2
Penjelasan masing-masing Menu
Demonstrate
demo
Menu ini digunakan untuk mendemonstrasikan suatu kegiatan guru yang akan ditampilkan pada seluruh siswa atau beberapa siswa yang dipilih. Menu ini dapat digunakan guru untuk mendomonstrasikan/ menjelaskan suatu materi pelajaran kepada siswanya. Pada menu Demonstrate ini ada beberapa sub menu yaitu:
Entire Desktop digunakan untuk menampilkan keseluruhan layar guru kepada siswa.
Selected Desktop Area digunakan untuk menampilkan sebagian layar monitor guru kepada siswanya.
Media file digunakan untuk memutar file media yang biasanya berbentuk film yang akan ditampilkan pada layar siswa.
Media file on the Web digunakan untuk memutar file media yang biasanya berbentuk film dari WEB yang akan ditampilkan pada layar siswa.
Recording digunakan untuk merekam kegiatan guru atau kegiatan siswa.
Entire Desktop digunakan untuk menampilkan keseluruhan layar guru kepada siswa.
Selected Desktop Area digunakan untuk menampilkan sebagian layar monitor guru kepada siswanya.
Media file digunakan untuk memutar file media yang biasanya berbentuk film yang akan ditampilkan pada layar siswa.
Media file on the Web digunakan untuk memutar file media yang biasanya berbentuk film dari WEB yang akan ditampilkan pada layar siswa.
Recording digunakan untuk merekam kegiatan guru atau kegiatan siswa.
Specific Monitor digunakan untuk menampilkan layar khusus, yaitu layar yang sedang digunakan guru tanpa menampilkan menu NetOp.
Student Desktop menampilkan apa yang dilakukan siswa pada layar LCD.
Options digunakan untuk menset/memilih letak file untuk sub-menu diatas.

Attantion
attention
Menu Attention digunakan untuk mempersatukan/menfokuskan perhatian siswa pada layar LCD guru, oleh karena itu ketika dilakukan perintah Attention ini, semua keyboard dan mouse siswa di stop sedangkan dilayar siswa hanya ada peringatan baik berupa gambar atau tulisan yang dapat di set oleh guru. Adapun submenu dari Attention adalah sebagai berikut.

Bitmap digunakan sebagai default yaitu menampilkan gambar pada monitor siswa.
Text apabila dipilih maka motitor siswa akan muncul tulisan Attention.
Text file digunakan untuk menampilkan pesan yang sudah disiapkan guru yang akan ditampilkan pada layar siswa ketika meminta perhatian.
Web digunakan apabila guru menghendaki attention layar siswa diambil dari Web.
Option digunakan untuk setting file atau letak tulisan pada layar siswa, apakah ditengah atau layar penuh.
Control
control
Menu Control digunakan untuk melakukan kontrol guru terhadap siswa, Menu ini memiliki submenu sebagai berikut:

Remote Control digunakan untuk mengambil alih kerja siswa artinya komputer siswa dikuasai guru. Siswa hanya bisa melihat apa yang dilakukan guru dari depan (komputer guru) dengan menggunakan komputer siswa yang diambil alih tersebut.
Monitor student digunakan untuk melihat/memonitor lebih detail apa yang dilakukan siswa. Disini siswa tidak terganggu kerjanya sedangkan guru melihat secara detail apa yang dilakukan siswa.
Option digunakan untuk setting Control.
Communicate
Menu Communicate digunakan untuk komunikasi antara guru dan siswa atau sebaliknya. Komunikasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
Workgroup
Workgrup digunakan untuk setting workgroup yang akan diajar oleh guru.
Run
Run digunakan untuk menjalankan program. Program yang dapat dijalankan guru adalah sebagai berikut:
Command
Command adalah perintah guru berkaitan dengan sistem yang digunakan siswa, adapun perintah Command ada 4 macam yaitu:
Files
Files adala pengelolaan file, pengelolaan file ini terdiri dari tiga hal yaitu: Distribute files, Collect files, dan File Manager.
Policy
Policy digunakan guru untuk menggendalikan program-program yang boleh dijalankan siswa saat itu atau melarang sebuah program dijalankan.
Record
Record digunakan guru untuk melakukan perekaman sebuah kegiatan guru atau siswa.
Analisis penggunaan NetOp School
Ketika kelas dimulai, maka kita menjelaskan permasalahan pembelajaran dikelas, oleh karena itu, seluruh siswa kita ajak pembahasan masalah dengan memilih menu Attention. Dengan Attention, maka perhatian siswa tidak akan memperhatikan komputernya. Jadi seluruh perhatian siswa ke layar LCD di kelas.

Setelah penjelasan secukupnya, maka Attention kita lepas dan siswa diberi tugas untuk mengerjakan sesuatu di komputer masing-masing. Ketika siswa mengerjakan tugas masing-masing, guru memonitor kelas secara keseluruhan dengan memilih menu Thumbnails, maka kegiatan siswa secara umum dapat terpantau dengan baik. Selain dengan Thumnails, guru secara bergiliran memantau setiap siswa dengan memilih menu Control – Monitor Student. Bila terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan tugas, maka kita bisa menuntun atau membantu dengan Communication –chat. Dengan Chatting kita bisa berkominikasi dengan siswa tertentu tanpa diketahui oleh siswa lain, sehingga profasi siswa dapat dijaga. Dalam hal ini, apabila siswa mengalami kesulitan, maka dia tidak akan malu bertanya. Selanjutnya bila ada siswa yang ramai (negatif) maka bisa kita ingatkan dengan Communication –Send massage.
Dalam pembelajaran dengan komputer, sering siswa bermain-main sendiri. Bilamana ini terjadi, maka siswa ini kita peringatkan dengan melarang menggunakan program itu. Maka guru memilih activity – Deny. Maka sampai akhir pelajaran, program yang kita Deny tidaka akan bisa dijalankan sampai Deny kita bebaskan dengan memilih menu Allow.
Apabila secara umum, kelas mengalami kesulitan maka kita bisa mengambil alih salah satu siswa untuk dijelaskan secara umum dengan memilih Control – Remote Control. Dengan memilih menu ini, kita dapat menjelaskan salah satu contoh pekerjaan siswa yang perlu diperbaiki. Selanjutnya apabila guru akanmemberikan contoh dari sebuah file yang sudah disiapkan guru, maka guru memilih menu Files – Distribute selanjutnya setelah siswa mengerjakan tugas di komputer masing-masing, maka hasilnya bisa di ambil guru dengan memilih menu Files – Collect.
Untuk melakukan tes pada seluruh siswa, maka guru memilih menu Run – Test. Maka seluruh siswa akan muncul menu untuk menuliskan Identitas siswa dan selanjutnya secara berturut-turut sesuai dengan irama dan kecepatan masing-masing siswa, siswa diberi pertanyaan atau soal untuk dijawab. Sementara itu guru dapat memantau keseluruhan pengerjaan siswa. Apabila siswa mengerjakan suatu soal dengan benar, maka siswa tersebut pada nomor soal itu akan mendapat kode cet (V), dan apabila siswa mengenjakan soal dengan hasil salah, maka siswa tersebut pada nomor soal itu akan mendapat kode silang (X). Selanjutnya setelah habis waktu tes, secara otomatis pekerjaan soal akan stop dan komputer guru akan melakukan analisis guna penilaian hasil tes. Hasil tes ini bisa untuk konsumsi guru, tetapi dapat pula langsung dilaporkan ke siswa masing-masing dimana siswa yang satu tidak dapat melihat hasil siswa yang lain.
Beberapa Catatan untuk Guru dalam menggunakan program NetOp School
1.      Guru menyiapkan bahan/perangkat pelajaran dengan baik.
2.      Guru harus menguasai dan dapat mengoperasikan program NetOp dengan baik.
3.      Guru menyiapkan soal tes.
4.      Guru menyiapkan Laboratorium komputer dan yakin bahwa Lab siap dipakai.
5.      Siswa masuk di Laboratorium dan bekerja dengan tertib.
6.      Siswa mengikuti pelajaran dengan baik.



Beberapa keuntungan pembelajaran dengan program NetOp School
Apabila guru dapat menyiapkan perangkat pembelajaran dan memanfaatkan program NetOp dengan baik, maka akan diperoleh:
1.      Pemahaman siswa akan lebih baik dan lebih cepat.
2.      Masing-masing siswa akan memiliki portofolio hasil pembelajaran.
3.      Tes dapat dilaksanakan dengan tertib dan memperoleh hasil yang obyektif.
4.      Hubungan siswa dan guru lebih bersifat privat, sehingga siswa dapat bertanya tanpa diketahui siswa lainnya.
5.      Sikap siswa terhadap perkembangan teknologi komputer dalam pembelajaran positif.
Beberapa kekurangan dalam pembelajaran dengan menggunakan NetOp School
1.      Pelaksanaan pembelajaran di Lab komputer yang sekarang ini masih dirasa mahal dalam hal pembiayaan.
2.      Bagi guru yang belum menyiapkan materi pembelajaran, maka jalanya pembelajaran di kelas akan lebih jelek.
3.      Sulit digunakan untuk membuat dan menganalisis soal tes berbentuk uraian.
4.      Sifat kerjasama antar siswa akan berkurang.



Anda sedang membaca artikel yang berjudul Makalah TIK. Silakan tinggalkan komentar atau sebarkan jika artikel Makalah TIK ini menarik dan bermanfaat, namun jangan lupa untuk meletakkan link postingan Makalah TIK sebagai sumbernya. Terimakasih (Ttd : Agus Fanani)

0 komentar:

Poskan Komentar