\ RodaJaman.Net
Selamat datang di RodaJaman.Net berikut adalah artikel terbaru kami

Koleksi Buku Pelajaran SMP Tahun 80-an

0 komentar
Rekan rodajaman...Saya coba bongkar-bongkar koleksi perpustakaan, ternyata masih menemukan buku-buku lawas. Buku ini merupakan buku pelajaran yang diterbitkan tahun 1980-an. Isinya masih utuh, walaupun ada beberapa halaman yang sudah termakan rayap. Buku ini masih kami simpan, walau sudah tidak digunakan lagi.

Kebanyakan yang saya temukan buku pelajaran dari kelompok IPA, yang pada waktu itu masih dengan cabang-cabang ilmu tersendiri, seperti judul bukunya, ilmu hayat, zat dan energi, makhluk hidup, ilmu alam, dll. Tapi yang saya ingat, ketika saya duduk di bangku SMP, di pelajaran IPA ada Fisika dan Biologi, sedangkan Kimia baru diajarkan di SMA.

Buku ini memang sudah tidak digunakan lagi, namun ilmunya akan tetap mengalir, dan para penulisnya telah berjasa dalam dunia pendidikan. Untuk rekan-rekan yang masih memiliki koleksi buku-buku tahun 80-an yang lain, coba buka dan baca serta bandingkan dengan isi buku pelajaran jaman sekarang.







Bagaimana..ada yang punya koleksi lainnya..
[selengkapnya..]

Daftar Mata Pelajaran pada Kurikulum 1975

0 komentar
Rekan rodajaman...Sementara orang-orang sedang heboh soal kurikulum 2013, tidak ada salahnya kita coba buka lembar jaman di masa-masa sekolah dulu. Sewaktu sekolah dulu, saya tidak tahu kurikulum apa yang digunakan bahkan tidak tahu apa itu kurikulum. Pun tidak ada penjelasan dari bapak/ibu guru mengenai kurikulum. Yang penting pada waktu itu belajar dan mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Tapi saya salut dan berterimakasih kepada bapak/ibu guru yang telah mengantarkan saya hingga menjadi seperti sekarang. Kalian benar-benar "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Baiklah, kita mulai dengan penjelasan tentang Kurikulum 1975.
Kurikulum 1975 memuat ketentuan dan pedoman yang meliputi unsur-unsur :
a. Tujuan institusional (SD, SMP maupun SMA) adalah tujuan yang hendak dicapai lembaga dalam melaksanakan program pendidikannya.
b. Struktur Program Kurikulum adalah kerangka umum program pengajaran yang akan diberikan pada tiap sekolah.
c. Garis-Garis Besar Program Pengajaran yaitu.
1) Tujuan Kurikuler, yaitu tujuan yang harus dicapai setelah mengikuti program pengajaran yang bersangkutan selama masa pendidikan.
2) Tujuan Instruksional Umum, yaitu tujuan yang hendak dicapai dalam setiap satuan pelajaran baik dalam satu semester maupun satu tahun.
3) Pokok bahasan yang harus dikembangkan untuk dijadikan bahan pelajaran bagi para siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
4) Urutan penyampaian bahan pelajaran dari tahun pelajaran satu ke tahun pelajaran berikutnya dan dari semester satu ke semester berikutnya.
d. Sistem Penyajian dengan Pendekatan PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional).
e. Sistem Penilaian yang diberikan pada setiap akhir pelajaran atau pada akhir satuan pelajaran tertentu. Inilah yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya yang memberikan penilaian pada akhir semester atau akhir tahun saja.
f. Sistem Bimbingan dan Penyuluhan.
g. Supervisi dan Administrasi

Berikut ini daftar Mata Pelajaran dalam Kurikulum tahun 1975, yaitu:
1) Pendidikan agama,
2) Pendidikan Moral Pancasila,
3) Bahasa Indonesia,
4) IPS,
5) Matematika,
6) IPA,
7) Olah raga dan kesehatan,
8) Kesenian,
9) Keterampilan khusus.

Nah..katanya mata pelajaran Prakarya di Kurikulum 2013 terinspirasi dari pelajaran Keterampilan Khusus di Kurikulum 1975. Semoga bermanfaat.

[selengkapnya..]

Rindu pada Film ACI Zaman Tahun 80-an

1 komentar
"hanya ada satu cinta
dengan bumbu rindu selalu
hanya ada satu rindu
tanpa ragu tanpa cemburu

hanya ada satu cinta
bukan tujuh bukan seribu
cinta kita cinta bersama
da da da da

a ce i
aku cinta indonesia
a bisa amir ce bisa cici i bisa ito
tapi a ce i
aku cinta indonesia"

Itulah syair lagu tema film ACI, Saya sudah lupa kapan tepatnya film itu diputar, tapi kira-kira tahun 80-an lah. Yang saya ingat saat itu televisi saya masih hitam putih pake aki. Menurut wikipedia, ACI atau Aku Cinta Indonesia adalah film seri televisi yang ditayangkan di TVRI di tahun 1980-an. Judulnya juga dapat berarti singkatan dari ketiga tokoh utamanya, Amir (Agyl Syahriar), Cici dan Ito (Ario Sagiantoro).

Film serial ACI dirancang dan diproduksi oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (PUSTEKKOM) yang bertemakan pengembangan nilai-nilai kepribadian anak dan remaja, seperti: tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerjasama, toleransi, saling menghargai/menghormati, sikap bersaing sehat, persahabatan, dan sikap sportif. Ditayangkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) menayangkan film serial ‘Aku Cinta Indonesia (ACI)' pada tahun 1985-an.

Film ini bertemakan pendidikan, dalam serial ini diseritakan tentang tiga sekawan: Amir, Cici dan Ito. Amir memiliki sifat kepemimpinan yang tinggi dan menjadi ketua kelas. Cici yang manis selalu pintar bergaul. Ito yang berkacamata digambarkan sebagai pelajar yang giat belajar. Mereka adalah para idola di SMP Kota Kita. Dalam pergaulan mereka suka diganggu oleh Wati (diperankan oleh Tursina Andriani), seorang tokoh antagonis yang digambarkan culas dan judes. Cerita di serial ini kebanyakan mengisahkan konflik antra trio ACI dengan Wati namun dikemas dalam nuansa yang mendidik, bukan seperti film atau sinetron jaman sekarang, yang menggambarkan kemewahan, pergaulan bebas, dan intrik yang kurang mendidik.

Nah jika ingin dengar lagunya atau ingin download klik disini..




#dari berbagai sumber blog 80-an
[selengkapnya..]

Asal Usul Kota Metro

0 komentar
Bangsa Indonesia sudah lama dijajah Belanda. Banyak hasil bumi yang dibawa ke sana dan digunakan untuk membangun negeri Kincir Angin tersebut. Tidak mengherankan ketika pemuda pemudi Indonesia mulai mendirikan perkumpulan untuk Indonesia merdeka, orang Belanda Tidak suka.


Akan tetapi, bagaimana pun kejamnya kaum penjajah itu, ternyata mereka juga meninggalkan banyak kenangan. Misalnya, perpindahan penduduk dari daerah padat dan miskin di Pulau Jawa, yang sekarang dikenal dengan nama transmigrasi. Program itu pada zaman penjajahan Hindia Belanda disebut kolonisasi. Tujuannya disamping pemerataan penduduk, orang-orang yang dipindahkan itu akan dipekerjakan pada perkebunan-perkebunan milik pemerintah Hindia Belanda yang berada di luar Pulau Jawa. Sebagian lagi ditempatkan di daerah-daerah baru
untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan baru.

Program kolonisasi itu dimulai tahun 1905. Pada awalnya hanya dilakukan di dalam Pulau Jawa, kemudian berkembang di luar Pulau Jawa, yaitu ke Pulau Sumatera, tapatnya di daerah Lampung.

Menjelang tahun 1932 sudah banyak keluarga Jawa yang dikirim ke Lampung dan ditempatkan di daerah Gedongtataan, Kota Agung, Wonosobo, dan sekitarnya. Baru pada tahun 1932 pemerintah Hindia Belanda mulai mengirimkan para kolonis (penduduk) itu ke daerah utara. Mereka ditempatkan di daerah Trimurjo, tepatnya di desa Adipuro yang dikenal dengan sebutan bedeng 1 atau BD 1. Salah seorang yang ikut program kolonisasi itu adalah Mbah Sumohadi (sekarang usianya sekitar 80 tahun), yang tinggal di BD 41 Desa Batangharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Tengah. Menurut Mbah Sum, panggilan akrabnya, waktu itu mereka ditempatkan di rumah-rumah yang dinamakan “bedeng”. Setiap orang mendapatkan
alat-alat pertanian.

Lalu, kenang Mbah Sum, lahan pertanian yang disuruh kerjakan itu diberi patok-patok sebagai batas. Rumah atau bedeng itu dibuat dengan menggunakan tiang karena daerah itu masih berupa hutan lebat dan banyak binatang buas. Untuk setiap beberapa bedeng ditempatkan pengawas. Ada pula mantra kesehatan
yang memberikan obat bila ada orang yang sakit. Penyakit yang diderita umumnya malaria.

Setiap calon desa waktu itu terdiri atas beberapa rumah bedeng. Makin lama derah yang ditempati makin ramai karena sudah banyak hutan yang dibuka, sedangkan penduduk ditempatkan di daerah yang dikenal dengan nama Metro. Untuk dapat ke lokasi BD 15 mereka harus menempuh perjalanan panjang melalui
Kotagajah, Gedongdalem, kemudian terus ke Metro. Antara tahun 1932 – 1935 belum ada jalan yang bisa dilewati kendaraan dari Trimurjo ke Metro, walaupun jaraknya sekitar 10 km.

Akan tetapi, menurut beberapa cerita, jalan dari Trimurjo ke Metro dirintis oleh Kolonis atas perintah dari penjajah Belanda. Karena banyak tanah rawanya, di atas jalan itu diletakkan kayu-kayu bulat agar dapat dilalui gerobak dan kendaraan milik orang Belanda.

Akhirnya, daerah sekitar Kota Metro dapat dijangkau dalam waktu singkat. Setelah jalan tembus dibuka, kemajuan kolonis di BD 15 begitu cepat. Kolonis di daerah Sukadana pun mengalami perkembangan pesat bahkan melebihi perkembangan daerah kolonis pertama di Gedongtataan, Lampung Selatan. Desa induk yang dibuat Belanda tanggal 5 Juni 1937 dipindahkan secara resmi ke Metro sebagai desa induk pengganti. Itu dilakukan melihat perkembangan Metro yang sangat pesat.

Tentang asal nama Metro itu sendiri ada dua cerita. Pertama, diambil dari bahasa Belanda, yaitu centrum yang berarti pusat. Kedua, Kota Metro diberikan oleh para kolonis dari Jawa. Pada waktu itu, orang-orang Jawa yang ditempatkan di BD 15 merasa senasib sepenaggungan, memiliki bahasa yang sama.
Jadi, semua kolonis menanggung susah dan senang bersama-sama. Dari perasaan itulah mereka semula menyebutkan tempat itu sebagai Mitro, berarti rekan. Lama-kelamaan pengucapannya berubah menjadi Metro. Sampai sekarang daerah itu dinamakan Metro. Menutu buku Dari Kolonisasi ke Transmigrasi pada tahun 1939 di Metro terdapat seorang kontrolir Belanda, seorang insinyur, dan seorang dokter pemerintah. Metro sebagai ibukota kolonisasi Sukadana bahkan telah memiliki pasar besar, kantor pos, pesanggrahan,
masjid, dan penerangan listrik.

Sampai tahun 1941 di Metro sudah ada 2 orang dokter, 13 orang mantri dan juru rawat, 1 orang mantri malaria, 80 orang pembagi kinina (?), 2 orang pembantu klinik, dan 1 orang bidan. Di samping itu ada berbagai sekolah khususnya sekolah yang dikelola misi Katolik. Sejak tahun 1941 saluran irigasi dari
Trimurjo terus diperpanjang dan tahun 1942 saluran yang dikenal oleh masyarakat Lampung Tengah dengan sebutan ledeng sudah mencapai Batanghari. Dengan perkembangan yang begitu pesat, dengan sendirinya derah sekitar Metro juga ikut berkembang dan tetap menggunakan nama bedeng.


Tidak mengherankan kalau di sekitar Metro dibuka lagi bedeng-bedeng baru sampai bedeng 67 yang kini berada di Kecamatan Sekampung. Di kota Metro sendiri bedeng-bedeng itu dipecah lagi, seperti bedeng 15 polos, bedeng 15 A, bedeng 15 B Barat, bedeng 15 B Timur, bedeng 15 Kauman, bedeng 21 polos, bedeng 21 B, bedeng 21 C, bedeng 21 D, bedeng 22, bedeng 16, bedeng 16 A, dan sampai bedeng 16 C.

Biasanya, di belakang nomor bedeng ditulis nama desanya, misalnya bedeng 16 C Mulyojati. Demikian pula penamaan bedeng lainnya yang sampai sekarang terbatas pada bedeng 67. Namun satu bedeng tidak semua menjadi satu desa. Ada juga satu bedeng dibagi menjadi dua desa, tergantung luas desa dan jumlah penduduknya.

Demikianlah asal usul Kota Metro yang sampai saat ini sudah berusia 73 tahun. Saat ini Metro merupakan kota administratif kedua di Lampung setelah Bandar Lampung. Kota Metro terdiri kecamatan Metro Raya dan Bantul.

Kesimpulan

Dari asal usul Kota Metro, sangat terasa bahwa masyarakat Indonesia memiliki sifat gotong royong, saling menolong, serta sangat menghargai jasa-jasa dan karya cipta orang-orang yang lebih dahulu berbuat untuk orang banyak.

Sumber: (Buku Cerita Rakyat dari Lampung 2, penulis Naim Emel Prahana, penerbit Grasindo)
                http://sikamala.wordpress.com
[selengkapnya..]

Lagu-lagu Pop Tahun 90-an yang tetap Easy Listening..

0 komentar
Kalau yang mengalami masa-masa indah di tahun 90-an, pasti pada inget sama lagu-lagu yang ini, nah.. untuk bernostalgia saya pilihkan lagu-lagu yang dijamin sampai sekarangpun masih enak didengar, sengaja saya pilihkan lagu-lagu yang pada eranya ngehits tapi sayang beberapa grup band ini sudah nggak eksis lagi. tapi kita masih bisa dengerin lagu-lagunya, dijamin easy listening..


Andi Liani -Sanggupkah aku.mp3
Bayou - Hanya dirimu.mp3
BAYOU - KALI INI.mp3
Cool Colors - Tataplah.mp3
Golden Boy - Untukmu Gadis.mp3
HENGKY SUPIT - BILA ENGKAU IJINKAN.mp3
Hengky Supit - Isi Hati.mp3
Kaisar - perpisahan.mp3
Protonema - Kiranya.mp3
Sang Alang - Di pantai.mp3
Sket - Kucoba.mp3
Sket - Tuan Senja.mp3
Tujuh Bintang - Kuserahkan.mp3
masih banyak lagi....

selamat bernostalgia...
[selengkapnya..]

Lirik dan Lagu Hymne Guru

2 komentar
Guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, demikianlah bunyi lirik dalam lagu Hymne guru yang diciptakan oleh Bpk Sartono. Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-67 serta untuk mengenang para guru dan sang pencipta lagu inilah Lirik Lagu Hymne Guru.


Lirik Lagu Hymne Guru
Karya : Eyang Sartono

---------------------------------------


Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa


---------------------------------------

atau dapat dilihat dalam gambar partitur lagu himne guru berikut ini...


Untuk lebih lengkap lagi, anda dapat mendowload lagu Hymne Guru ini dalam versi MP3
DISINI

[selengkapnya..]

Masih Ingatkah Serial Televisi Rumah Masa Depan?

1 komentar

Di Desa Cibeureum, Cianjur yang sejuk dan damai, di sebuah rumah sederhana tinggal sebuah keluarga terdiri dari Pak Sukri (Dedy Sutomo) dan Ibu Sukri (Aminah Cendrakasih), dengan dua orang anaknya Bayu (Septian Dwicahyo) dan Gerhana (Andi Ansi). Lalu ada juga Kakek (Hamid Arief) juga Nenek (Mak Wok, Wolly Sutinah). Ada juga Pak Kepala Desa yang menduda, dan selalu dijadikan sasaran gosip Bu Suwito (Mieke Wijaya) yang kaya dan sombong.

Semua itu hanya ada di serial sinetron Rumah Masa Depan, yang ditayangkan setiap Minggu siang di TVRI di tahun 1984-an. Rumah Masa Depan lahir setelah TVRI mengadakan dengar pendapat dengan para pengisi siaran tahun 1983. Ali Shahab yang hadir melemparkan gagasan: bagaimana kalau film seri digarap sepenuhnya oleh kelompok di luar instansi itu. Maka disepakati PT September Promotion (Sepro) yang memproduksi film itu, dengan TVRI hanya menyediakan dana.

Rumah Masa Depan memang penurut pengakuan sutradara Ali Shahab memang terinspirasi dari film serial asing A Little House on the Prairie yang juga diputar TVRI. Dan seperti halnya dengan semua tayangan di TVRI serial ini juga lengkap dengan pesan moral, maka disepakati Rumah Masa Depan harus memperlihatkan kerukunan antarwarga dari satu masyarakat pedesaan. Seperti halnya serial A Little House on the Prairie yang berpusat pada keluarga Michael Landon, demikian juga pada Rumah Masa Depan, tokoh sentral serial ini adalah keluarga Pak Sukri, dengan segala suka dan dukanya. Selain pemeran keluarga Pak Sukri ada banyak bintang tamu yang turut menyemarakkan serial ini seperti Sukarno M. Noor, Tino Karno, Mila Karmila bahkan sutradara Ali Shahab juga ikut main di beberapa episode.

Episode pertama berjudul Nenekku Manis Jangan Menangis. Ceritanya tentang Mak Wok yang kesepian di tengah ingar-bingar ibukota Jakarta, lalu jatuh sakit, lalu kembali ke desa, tinggal bersama anak dan cucu. Sebuah awal yang menjanjikan kampanye ‘lirik desa, tinggalkan kota’ Dakwah ini semakin jelas pada seri-seri selanjutnya: Cibeureum digambarkan sebagai desa yang teduh dengan para warga yang jujur. Kalaupun di suatu saat ada keributan biang keroknya selalu orang kota, atau orang yang baru pulang dari kota. Bu Suwito, tokoh nyinyir yang dalam beberapa episode, digambarkan sebagai tukang bikin runyam, adalah contoh. Ia sok modern, sombong, tetapi selalu pada akhirnya menyesal dan minta maaf.

Ada lagi salah satu episode Yang Lepra Yang Terhina yang menceritakan Pak Kosin seorang pengrajin tanah liat juga seorang penderita lepra. Dia dikucilkan oleh orang-orang kampung karena penyakitnya. Dalam episode Anak Ajaib, Ali Shahab begitu membela anak desa yang tak bersekolah tetapi bisa mengalahkan anak-anak kota dalam adu cerdas-cermat, hanya karena anak yatim ini berjualan majalah yang sekaligus menjadi sumber ilmunya. Dan pesan moralnya di sini jelas: pendidikan tak hanya diperoleh dari bangku sekolah.
Sayang serial yang legendaries itu tidak bertahan lama. Mengingat waktu itu TVRI mengharamkan adanya iklan komersial di televisi maka tidak ada pendapatan dari sponsor, konon PT September Promotion menanggung sejumlah kerugian materi selama produksi ini berlangsung.
[selengkapnya..]

Cek Lembar Info PTK Ada Informasi Keterlambatan Pencairan Tunjangan Triwulan Dua

3 komentar
Rekan rodajaman...kebetulan saya bermaksud mengecek Lembar Info PTK atau Info PTK atau Validasi Data Guru hasil sinkronisasi dapodikdas 2014 terakhir yang dilakukan oleh operator sekolah. Ternyata ketika membuka salah satu alamat cek info PTK dari beberapa mirror alamat cek info PTK yaitu :

http://223.27.144.195:8081/
http://223.27.144.195:8082/
http://223.27.144.195:8083/
http://223.27.144.195:8084/
http://223.27.144.195:8085/
http://223.27.144.195:8086/

....ada selembar Informasi Keterlambatan Pencairan Tunjangan Triwulan Kedua, yang berasal dari Pengelola Tunjangan P2TK Dikdas. Ada beberapa jenis tunjangan untuk guru yang dikelola oleh P2TK Dikdas diantaranya, tunjangan profesi, subsidi tunjangan fungsional, bantuan peningkatan kualifikasi akademik S1, tunjangan khusus, guru bantu, dan pendidikan khusus layanan khusus.

Ini merupakan kabar baik bagi guru yang cemas gara-gara rekeningnya belum terisi sejak bulan bulan Juli lalu, padahal seharusnya tunjangan untuk triwulan kedua sudah diluncurkan. Ternyata dengan adanya pengumuman ini menandakan sebenarnya tunjangan tetap akan dibayarkan hingga kendala dan masalah dalam proses pencairan dapat diselesaikan.

Ini bisa menjawab rekan saya yang bertanya-tanya dan khawatir tentang belum cairnya tunjangan triwulan kedua. Bagaimana tidak khawatir karena rekan lainnya sudah lebih dulu menikmati, tapi beliau masih menunggu dan berharap kapan akan segera menerima.

Bunyi dari informasi ini adalah sebagai berikut.....
Kepada yang terhormat para guru penerima tunjangan profesi, tunjangan khusus, subsidi tunjangan fungsional, bantuan peningkatan kualifikasi akademik S1, guru bantu dan pendidikan khusus layanan khusus yang pembayaran tunjangannya melalui direktorat p2tk dikdas tahun anggaran 2014.
Bersama ini kami sampaikan permohonan maaf, atas keterlambatan penyaluran tunjangan dimaksud. Perlu kami sampaikan bagi guru yang sudah terbit SK tunjangan dimaksud tidak perlu khawatir akan hangus.
saat ini P2tk dikdas sedang melakukan upaya percepatan penyaluran tunjangan yang terlambat tersebut.
terimakasih
Pengelola tunjangan P2TK Dikdas
  

Nah...bagaimana sudah lebih tenang kan sekarang, tunggu saja kalau memang sudah rezekinya takkan kemana....terimakasih...


[selengkapnya..]

Sudahkah Cek Kelulusan PLPG Unila 2014?

0 komentar
Rekan rodajaman...hari ini di tempat tugas saya ada yang deg-degan setelah mendengar bahwa Universitas Lampung sebagai LPTK penyelenggara PLPG Rayon 107 sudah mengumumkan kelulusan. Pengumuman Hasil PLPG Unila ini adalah Hasil PLPG tahap ke-1 sampai dengan PLPG tahap ke-5. Dan rekan saya kebetulan adalah peserta PLPG Unila tahap ke-2.
Sedikit kecewa ketika akan coba melihat hasil PLPG Unila, koneksi internet kami mengalami gangguan, alhasil si rekan ini mencari informasi melalui gadget seorang rekan lain. Ternyata hasilnya alhamdulillah "Lulus". Alangkah riangnya karena sebenarnya si rekan ini kurang yakin kalau bisa berhasil, sedangkan peserta lainnya banyak yang harus mengikuti ujian ulang.

Ujian ulang bagi peserta yang tidak lulus PLPG Unila akan dilaksanakan hari Minggu tanggal 28 September 2014. Dan bagi peserta yang lulus tentunya harus segera menyiapkan pemberkasan ang harus diserahkan paling lambat tanggal 03 Oktober 2014.

Bagi rekan yang penasaran ingin melihat hasil nilai PLPG Unila tahun 2014, dapat mengecek di SINI
Untuk melihat surat pengantar ujian ulang 1 dapat dilihat DI SINI.
Sedangkan ketentuan Ujian Ulang 1 dapat dibaca DI SINI.

Bagi Peserta yang dinyatakan Belum Lulus wajib mengikuti Ujian Ulang 1 yang akan diadakan pada hari minggu tanggal 28 September 2014 pkl. 07.30 WIB dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Peserta wajib membawa pena, alas dan pensil 2B sepecial for computer
  • Peserta yang mengikuti ujian ulang peer teaching membawa salah satu RPP hasil workshop, SSP, LKS, dan alat peraga yang diperlukan
  • Seragam ujian ulang : Bagi PNS memakai seragam Pakaian Dinas Harian (Pakaian pemda) Bagi non PNS memakai Pakaian Dinas Yayasan, bagi peserta yang mengikuti praktik Mapel olah raga menggunakan kaos dan celana training
  • Berusaha melakukan perjokian pada waktu ujian ulang langsung dinyatakan GUGUR.
Bagi Peserta yang dinyatakan LULUS segera melakukan pemberkasan baik secara kolektif maupun perorangan paling lambat tanggal 3 Oktober 2014 pkl. 16.00 WIB dengan memperhatikan data-data yang dikumpul terdiri atas :
  • Cek kembali biodata melalui alamat http://sertifikasi.fkip.unila.ac.id
  • Biodata dianggap final (tidak ada perbaikan) karena peserta diberi kesempatan perbaikan data sebelum masuk kelas PLPG
  • Cetak biodata bermaterai Rp.6000 secara online dialamat http://sertifikasi.fkip.unila.ac.id 
  • Foto ukuran 3×4 berwarna terbaru sebanyak 4 lembar (dibelakang foto ditulis nama dan no peserta)
  • Foto copy Ijazah akhir  yang sudah dilegalisir.
  • Kelengkapan berkas dimasukan dalam map folio berwarna hijau
  • Berkas dikumpul baik kolektif/perorangan dikumpulkan di gedung Sekretariat Sertifikasi Guru Rayon 107 Universitas Lampung (jam kerja pkl.08.00 s.d pkl.16.00 WIB),paling lambat tanggal 3 Oktober 2014.
Demikianlah informasi hasil PLPG Unila yang saya kutip dari laman http://fkip.unila.ac.id/.
Baca juga cara melihat pengumuman hasil PLPG Unila 2014 DI SINI


[selengkapnya..]

Belajar Qiroat Alqur’an Sejak Dini, Akan Berguna Selamanya..

0 komentar

Teringat ketika di bangku SMP, saya diperkenalkan dengan qiroat, itu lho.. membaca Alqur’an pake nada atau lagu, saat itu perlombaan MTQ sering diadakan di tingkat lokal. Ya..lumayanlah buat pengalaman walaupun cuma sampai tingkat kabupaten..sebenarnya suaraku gak bagus-bagus amat sih..tapi karena belajar dengan guru ngaji, alhamdulilah bisa dipercaya untuk ngisi di pembukaan pengajian atau acara walimahan.

Saya pernah belajar dengan Kang Tutang, waktu SD di mushola, waktu itu yang dipelajari hanya dasar-dasarnya saja. Kemudian, ketika SMP, sekolah mengadakan latihan massal pada malam hari oleh seorang qori wanita, saya lupa namanya, tapi lagi-lagi saya hanya menerima pelajaran prakteknya, teorinya tidak ada. Saya sebenarnya ingin sekali belajar secara teori, yang katanya ada lagu Bayati, dsb..Kemudian Pak Ghufron guru SMP saya, juga memberikan pelajaran qiroat, dengan mengundang anak-anak sekitar untuk belajar di mushola sekolah.

Memang belajar Alqur’an khususnya qiroat, memerlukan minat, bakat, dan terpenting latihan terus menerus. Saya sudah lama sekali tidak belajar, setelah dulu hanya belajar ketika waktu sekolah, setelah itu ya..hanya otodidak, mengingat apa yang sudah pernah dipelajari dulu, tapi  bacaan serta nada yang pernah diberikan ustadz dulu, masih teringat hingga sekarang, walaupun tidak sepenuhnya.

Hingga beberapa waktu lalu saya googling tentang tutorial belajar qiroat, saya menemukan file MP3 yang berisi Belajar Bimbingan Tilawah Alqur’an oleh H. Muammar ZA, saya berterima kasih sekali dengan yang sudah berbagi, dan terutama kepada H. Muammar ZA dan Qori lain, sebagai inspirator bagi anak muda yang ingin belajar qiroat.

Berikut link downloadnya bisa diklik DISINI
[selengkapnya..]